Kamis, 06 September 2018
3.5 menganalisis proses service dan event sistem operasi jaringan
Layanan pada Sistem Operasi Jaringan
Services on the Server of Network Operating System. Seperti telah dibahas pada postingan sebelumnya, sistem operasi jaringan atau Network Operating System (NOC) merupakan sebuah sistem operasi untuk mengkoordinasikan kegiatan dari beberapa komputer dalam sebuah jaringan. Sistem operasi ini tentu berbeda dengan sistem operasi seperti Windows, Mac OS, atau UNIX yang dirancang untuk single user untuk mengendalikan satu komputer. Sistem Operasi ini menyediakan fungsi khusus untuk :
menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan
mengelola sumber daya jaringan
menyediakan layanan
menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users
Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti:
layanan berbagi berkas (file sharing)
layanan berbagi alat pencetak (printer sharing)
DNS Service
HTTP Service, dan sebagainya.
Di sisi server, layanan sistem operasi jaringan diantaranya:
1. Mail Server
Mail server yaitu layanan atau perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa http://FTP.
2. DHCP Server
DHCP atau Dinamyc Host Configuration Protocol adalah sebuah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP inilah yang disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang melakukan request disebut DHCP Client.
3. Web Server
Web Server adalah layanan server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Salah satu server web yang terkenal di linux adalah Apache. Apache merupakan server web antar platform yang dapat berjalan di beberapa platform seperti Linux dan Windows.
Web Server juga merupakan sebuah komputer yang menyediakan layanan untuk internet. Server disebut juga dengan host. Agar anda dapat memasukkan web yang anda rancang ke dalam internet, maka anda harus memiliki ruangan terlebih dahulu dalam internet (hosting), ruangan inilah yang disediakan oleh server.
4. DNS Server
DNS atau Domain Name System adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS server berfungsi untuk menterjemahkan (mentranslasi) IP address sebuah server menjadi nama domain. DNS digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.
Sebagai contoh, http://aantomatika.blogspot.com mempunyai IP address 223.255.219.30. Ketika seseorang mengakses blog tersebut yang berarti merequest situs http://aantomatika.blogspot.com, DNS request tersebut akan diarahkan oleh DNS server ke server yang memiliki IP address 223.255.219.30.
5. FTP Servers
FTP (File Transfer Protocol) server adalah layanan sistem operasi yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.
FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file berupa download, upload, rename file, deleting file, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server. Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :
sharing data
menyediakan indirect atau implicit remote computer
menyediakan tempat penyimpanan bagi user
menyediakan transfer data yang reliable dan efisien
6. Proxy Server
Proxy server adalah server yang berfungsi melayani permintaan dokumen World Wide Web dari pengguna internet, dapat menyimpan sementara (cache) file html server lain untuk mempercepat akses internet. Dapat dikatakan proxy server bekerja dengan menjembatani komputer (program internet seperti browser, download manager dan lainnya) ke internet.
cara setting peer to peer menggunakan 2 tp link
Membuat Jaringan WiFi Access Point -Repeater WDS
Menggunakan TP-Link
Dalam praktek kali ini, kita akan membuat jaringan Wifi Access Point (AP)-Repeater WDS menggunakan TP-Link TL-WA801ND. Secara detail, koneksi jaringan ditunjukkan seperti gambar topologi di atas.
Perangkat yang digunakan adalah 2 (dua) buaah Access Point TL-WA801ND, Switch 8 port, PC desktop, Laptop, dan kabel UTP straight secukupnya. Langkah-langkah prakteknya, ikuti tahapan-tahapan berikut ini.
A. KONFIGURASI ACCESS POINT UTAMA
Menghubungkan Access Point dengan PC/Laptop
Access Point (AP) yang dimaksud di sini adalah AP yang akan digunakan sebagai jaringan Wifi Utama untuk memancarkan sinyal/internet ke segala arah. Selanjutnya, sinyal tersebut akan diterima langsung oleh laptop client atau didistribusikan ulang AP Repeater WD agar dapat menjangkau jaringan yang lebih luas.
Sebelum mengkonfigurasi AP, terlebih dahulu kita hubungkan AP dengan PC atau laptop yang akan digunakan untuk mengkonfigurasi AP. Masukkan salah satu konektor kabel UTP straight pada port Ethernet di AP, dan konektor UTP lainnya masukkan ke port LAN card di PC/laptop.
Dalam praktek kali ini, kita akan membuat jaringan Wifi Access Point (AP)-Repeater WDS menggunakan TP-Link TL-WA801ND. Secara detail, koneksi jaringan ditunjukkan seperti gambar topologi di atas.
Perangkat yang digunakan adalah 2 (dua) buaah Access Point TL-WA801ND, Switch 8 port, PC desktop, Laptop, dan kabel UTP straight secukupnya. Langkah-langkah prakteknya, ikuti tahapan-tahapan berikut ini.
A. KONFIGURASI ACCESS POINT UTAMA
Menghubungkan Access Point dengan PC/Laptop
Access Point (AP) yang dimaksud di sini adalah AP yang akan digunakan sebagai jaringan Wifi Utama untuk memancarkan sinyal/internet ke segala arah. Selanjutnya, sinyal tersebut akan diterima langsung oleh laptop client atau didistribusikan ulang AP Repeater WD agar dapat menjangkau jaringan yang lebih luas.
Sebelum mengkonfigurasi AP, terlebih dahulu kita hubungkan AP dengan PC atau laptop yang akan digunakan untuk mengkonfigurasi AP. Masukkan salah satu konektor kabel UTP straight pada port Ethernet di AP, dan konektor UTP lainnya masukkan ke port LAN card di PC/laptop.
Sebelum mengkonfigurasi AP, terlebih dahulu kita
hubungkan AP dengan PC atau laptop yang akan digunakan untuk mengkonfigurasi
AP. Masukkan salah satu konektor kabel UTP straight pada port Ethernet di AP,
dan konektor UTP lainnya masukkan ke port LAN card di PC/laptop.
Mengatur IP Address PC/Laptop
Atur IP address laptop agar satu jaringan dengan IP default Access Point. IP default AP TP-Link TL-WA801ND adalah 192.168.0.254, sehingga kita bisa mengganti IP address laptop misalnya menjadi 192.168.0.1. Atau, kita bisa manfaatkan service DHCP server yang secara default sudah aktif pada AP sehingga kita tidak perlu susah-susah lagi mengatur IP addres laptop, cukup dengan memilih opsi Obtain, maka nanti laptop secara otomatis akan mendapatkan IP address dari AP. Untuk pengaturan IP address pada laptop, klik tombol Start >> Control Panel >> Network and Internet >> Network and Sharing Center >> Change adapter settings. Maka akan ditampilkan window berikut:
Atur IP address laptop agar satu jaringan dengan IP default Access Point. IP default AP TP-Link TL-WA801ND adalah 192.168.0.254, sehingga kita bisa mengganti IP address laptop misalnya menjadi 192.168.0.1. Atau, kita bisa manfaatkan service DHCP server yang secara default sudah aktif pada AP sehingga kita tidak perlu susah-susah lagi mengatur IP addres laptop, cukup dengan memilih opsi Obtain, maka nanti laptop secara otomatis akan mendapatkan IP address dari AP. Untuk pengaturan IP address pada laptop, klik tombol Start >> Control Panel >> Network and Internet >> Network and Sharing Center >> Change adapter settings. Maka akan ditampilkan window berikut:
Selanjutnya klik kanan pada interface Local Area Connection >>
Properties >> Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) >> Obtain an
IP address automatically >> Obtain DNS server address automatically
>> OK >> OK
Pastikan laptop kita sudah mendapatkan IP address DHCP dari AP kita dengan
mengkilik tombol Detail.
Konfigurasi Wireless
Jika sudah dirubah IP address PC/laptop, akses kembali AP menggunakan web
browser dengan mengetikkan 20.20.100.254 pada address bar. Dalam konfigurasi
wireless ini, kita akan mensetting SSID, yaitu nama jaringan wireless (nama
Wifi) yang nanti akan diakses oleh PC client wireless. Selain itu, di menu ini
juga dilakukan pengaturan keamanan wireless, sehingga apabila client hendak
konek ke jaringan Wifi ini, maka terlebih dahulu harus memasukkan password
wirelessnya. Langkah-langkah konfigurasi Wireless AP adalah klik menu Wireless
>> Wireless Settings >> Operation Mode = Access Point >>
Wireless Network Name = ketikkan Wifi_Siswa (hanya contoh), >> Save.
Konfigurasi detailnya seperti gambar berikut.
Selanjutnya klik sub menu Wireless Security. Di sini kita mengatur password untuk
otentikasi bagi setiap PC client yang akan terhubung ke jaringan wireless.
Pilihlah opsi keamanan WPA/WPA2-Personal (Recommended) yang
merupakan tingkat keamanan wireless paling baik. Masukkan passwordnya minimal 8
digit, lalu Save.
Menghubungkan
AP ke Switch/Modem
Pindahkan
konektor UTP straight yang terhubung di laptop ke port Modem atau ke Switch,
seperti gambar topologi di atas, sehingga sekarang AP terhubung ke Modem atau
Switch melalui kabel UTP straight.
Menguji koneksikan PC Client/Laptop ke
Jaringan Wifi
Setelah
proses reboot AP selesai dan AP telah diubungkan ke Modem/Switch, selanjutnya
kita uji koneksi PC client/laptop ke AP melalui wireless. Aktifkan dahulu
perangkat wireless laptop. Lalu cari SSID yang sudah kita buat sebelumnya.
Caranya, dari Taskbar, klik ikon Wireless >>Wifi_Siswa>>
Connect. Pada Security key ketikkan passwordnya
yaitu 12345678 >> OK.
Selanjutnya
perhatikan status wireless apakah sudah konek ke jaringan internet atau belum.
Jika tampilan sudah seperti gambar berikut, maka koneksi ke internet sudah
berjalan.
Buka browser kembali, ketikkan alamat di internet
untuk mengakses alamat website, misalnya https://habibahmadpurba.worpress.com.
Jika bisa mengakses halaman web seperti berikut ini, berarti konfigurasi AP
utama sudah berhasil kita lakukan. Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi AP
Repeater WDS, yang akan memperluas dan mendistribusikan sinyal internet yang
diperoleh dari AP utama.
KONFIGURASI
ACCESS POINT REPEATER WDS
Menghubungkan
AP Repeater dengan PC/Laptop
Hubungkan
sebuah PC/laptop yang mengkonfigurasi ke AP Repeater WDS dengan menggunakan
kabel UTP straight.
Mengatur
IP Address PC/Laptop
Atur IP
address laptop agar satu jaringan dengan IP default Access Point. IP default AP
TP-Link TL-WA801ND adalah 192.168.0.254, sehingga kita bisa mengganti IP
address laptop misalnya menjadi 192.168.0.1. Atau, kita bisa manfaatkan service
DHCP server yang secara default sudah aktif pada AP sehingga kita tidak perlu
susah-susah lagi mengatur IP addres laptop, cukup dengan memilih opsi Obtain,
maka nanti laptop secara otomatis akan mendapatkan IP address dari AP. Untuk
pengaturan IP address pada laptop, klik tombol Start >> Control
Panel >> Network and Internet >> Network and Sharing Center
>> Change adapter settings. Maka akan ditampilkan window berikut:
Selanjutnya klik kanan pada interface Local Area Connection >> Properties >> Internet
Protocol Version 4 (TCP/IPv4) >> Obtain an IP address automatically
>> Obtain DNS server address automatically >> OK >> OK.
Pastikan laptop kita sudah mendapatkan IP address DHCP
dari AP kita dengan mengkilik tombol Detail.
Konfigurasi
Access Point (TP-Links TL-WA801ND) sebagai Repeater WDS
Selanjutnya
kita akan mengakses AP menggunakan IP address defaultnya. Di sini diasumsikan
bahwa AP sudah direset sehingga konfigurasinya adalah default. Dalam keadaan
default, IP address AP TP-Links TL-WA801ND adalah 192.168.0.254 dan DHCP
servernya sudah berjalan. Buka browser, pada address bar, ketikkan “192.168.0.254”
(tanpa tanda petik). Pada tampilan otentikasi, ketikkan admin pada
masing-masing kolom User Name, dan Password >> Log In.
Selanjutnya tampil halaman Operation Mode. Di halaman inilah kita akan mengatur agar AP diset
sebagai Repeater.
Untuk itu pilih opsi Repeater (Range Extender)
>> Next.
Berikutnya tampil halaman Wireless Setting. Pada Repeater Mode ini,
pilih opsi WDS Repeater. Pilihan ini
memungkinkan agar AP Repeater kita nanti dapat memperluas coverage jaringan
wireless tanpa harus terhubung menggunakan kabel UTP secara langsung ke Switch.
Selanjutnya klik tombol Survey untuk
mencari jaringan Wireless yang tersedia di area kita. Pada halaman AP List akan terlihat jaringan Wireless yang dapat
dilihat menggunakan AP Repeater WDS kita. Karena sebelumnya kita sudah membuat
SSID pada AP utama, maka klik tombol Connect pada
SSID Wifi_Siswa. Kembali ke halaman Wireless Setting, secara otomatis akan terisi MAC Address AP utama
pada kolom MAC Addess of Root. Jika tidak
terisi otomatis, maka isilah secara manual. Untuk kolom Region, isi sesuai Region pada AP utama. Pada
kolom Wireless Security Mode, isikan sesuai mode security di
AP utama, biasanya juga sudah terisi otomatis. Kemudian pada kolom Wireless Password, masukkan password seperti kode
password Wireless Security yang dibuat pada AP utama, di sini kita menggunakan
“12345678”. Selanjutnya klik tombol Next.
Selanjutnya tampil halaman Network Setting. Pada halaman ini kita akan menonaktifkan layanan DHCP Server dari AP Repeater kita, untuk itu klik opsi Disable pada bagian DHCP Server. Di halaman ini juga kita masukkan IP address LAN untuk AP Repeater. Walaupun dalam implementasinya dijaringan nanti kita tidak menggunakan kabel yang terhubung ke port Ethernet AP Repeater, tapi perlu juga kita set IP addressnya agar mudah dalam maintenance jika terjadi troubleshooting wireless dari AP Repeater kita. Untuk itu, pada kolom IP Address isikan IP address yang satu jaringan dengan Gateway Modem kita. Di sini kita isi, misalnya 168.5.101. Pada kolom Subnet Mask, isi 255.255.255.0. Selanjutnya pada bagian Change the login account, pilih opsi No, lalu klik tombol Next. Perlu dijelaskan, jika AP Repeater kita ingin aman dari akses orang yang tidak bertanggung jawab, sangat disarankan untuk memilih opsi Yes. Nanti kita akan diminta untuk mengganti nama User dan Password Admin default, seperti pada langkah 13 bagian A di atas.
Pada bagian terakhir, akan ditampilkan reporting
konfigurasi yang sudah kita buat sebelumnya. Pastikan data-data yang sudah kita
set sebelumnya sudah sesuai untuk topologi jaringan kita. Jika ada bagian yang
tidak sesuai, kita bisa kembali ke halaman sebelumnya dengan memilih
tombol Back. Di sini kita klik tombol Finish, karena data-datanya ditampilkan sudah sesuai.
Selanjutnya Reboot AP Repeater WDS agar hasil
konfigurasi yang sudah kita buat segera aktif.
Menguji
Koneksikan PC Client/Laptop ke Jaringan Wifi
Setelah
proses reboot AP selesai dan lepaskan koneksi kabel UTP dari laptop ke AP
Repeater WDS. Selanjutnya kita uji koneksi PC client/laptop ke AP utama melalui
AP Repeater WDS. Sebaiknya jarak antara AP utama dengan AP Repeater dibuat agak
jauh, misalnya lebih 50 meter, agar coverage area wireless yang diakses oleh
laptop client adalah wireless dari AP Repeater WDS, bukan langsung wireless
dari AP utama. Selanjutnya, koneksikan laptop kita ke SSID yang sudah dibuat
sebelumnya. Caranya aktifkan dahulu perangkat wireless laptop, lalu cari SSID
yang sudah kita buat sebelumnya. Caranya, dari Taskbar, klik ikon Wireless
>>Wifi_Siswa>> Connect. Pada Security key ketikkan
passwordnya yaitu 12345678 >> OK.
Sampai di sini, konfigurasi AP utama dan AP Repeater
WDS sudah selesai dan langsung bisa kita gunakan. Namun ada baiknya kita tes
terlebih dahulu kesesuaian konfigurasi di AP utama dengan AP Repeater WDS.
Caranya, dari address bar browser, ketikkan IP address AP utama, yaitu
192.168.5.100. Dan di tab yang baru, ketikkan juga IP addess IP address AP
Repeater WDS, yaitu 192.168.5.101. Jika kedua alamat tadi bisa diakses, klik
menu Status untuk melihat status Wired dan Wireless AP
utama maupun AP Repeater WDS. Berdasarkan tampilan berikut, pada bagian Wired, data IP address dan MAC address kedua AP tidak boleh
sama. Sementara pada bagian Wireless,
semua datanya harus sama, kecuali pada bagian Operation Mode, dimana pada AP utama statusnya adalah Access Point, sedangkan pada AP Repeater WDS statusnya
adalah WDS Repeater.
Demikianlah langkah-langkah tutorial akan membuat
jaringan Wifi Access Point (AP)-Repeater WDS menggunakan TP-Link TL-WA801ND.
Jika ada permasalahan dalam konfigurasi jaringan ini, maka proses diagnosa,
troubleshooting dan perbaikan jaringan ini dapat ditelusuri sesuai dengan
langkah-langkah tutorial ini. Atau, anda dapat mengisi komentar di bawah ini,
juga bisa melalui email.
Sabtu, 11 Agustus 2018
4.1 Menalar hubungan komputer jaringan (pengenalan terminologi jaringan antar muka dan protokol)

Pemahaman dasar mengenai jaringan adalah sesuatu yang sangat penting bagi seorang admin pengelola server. Bukan saja penting untuk membuat kinerja server yang baik, namun juga penting untuk membuat suatu diagnosa berbagai masalah teknis terkait kinerja server.
Artikel berikut ini akan menyajikan perihal-perihal mendasar mengenai berbagai konsep umum jaringan. Kita akan mendiskusikan terminologi dasar, protokol-protokol umum serta berbagai karakteristik dan tanggung jawab berbeda-beda dari berbagai lapisan jaringan.
Informasi-informasi yang disajikan tidak bergantung pada sistim operasi tertentu, namun tetap dapat membantu Anda untuk mengimplementasikan berbagai fitur dan layanan yang memanfaatkan jaringan pada server Anda.
Istilah-istilah Jaringan
Sebelum kita membicarakan jaringan secara lebih mendalam, berikut ini berbagai istilah yang akan Anda temui dalam artikel ini, juga dalam berbagai tulisan lainnya yang mengulas mengenai jaringan.
Istilah-istilah berikut ini akan banyak digunakan pada informasi-informasi lebih lanjut terkait.
· Koneksi / Sambungan / Connection:
Dalam jaringan, koneksi (connection) mengacu pada potongan-potongan informasi terkait yang ditransfer melalui jaringan. Koneksi dibuat sebelum transfer data (mengikuti prosedur yang tercantum dalam protokol) dan kemudian didekonstruksi pada akhir transfer data.
· Paket / Packet:
Sebuah paket adalah, secara umum, unit paling dasar yang ditransfer melalui jaringan. Ketika berkomunikasi melalui jaringan, paket diibaratkan amplop yang membawa data Anda (dalam bentuk potongan-potongan) dari satu titik ke titik yang lain.
Paket memiliki bagian header yang berisi informasi mengenai paket itu sendiri termasuk sumber dan tujuan, timestamps, hop jaringan, dll. Bagian utama dari sebuah paket adalah berisi data aktual yang sedang ditransfer. Hal ini kadang-kadang disebut sebagai tubuh atau payload.
· Antarmuka Jaringan / Network Interface:
Sebuah antarmuka jaringan dapat merujuk ke segala jenis antarmuka perangkat lunak hingga ke perangkat keras jaringan. Misalnya, jika Anda memiliki dua kartu jaringan di komputer Anda, Anda dapat mengontrol dan mengkonfigurasi setiap antarmuka jaringan yang terkait dengan mereka secara individu.
Sebuah antarmuka jaringan dapat dihubungkan dengan perangkat fisik, atau mungkin menjadi representasi dari sebuah antarmuka virtual. Contohnya adalah Perangkat "loopback" yang merupakan antarmuka virtual ke mesin lokal.
· LAN:
LAN singkatan dari "Local Area Network ~ jaringan area lokal". Ini mengacu pada jaringan atau bagian dari jaringan yang tidak dapat diakses publik dari jaringan internet yang lebih besar. Sebuah jaringan di rumah atau kantor adalah contoh dari sebuah LAN.
· WAN:
WAN adalah singkatan dari "Wide Area Network ~ jaringan area yang lebih luas". Ini berarti jaringan yang jauh lebih luas daripada LAN. WAN adalah istilah yang relevan secara umum untuk menggambarkan jaringan yang besar dan tersebar, dan biasanya dimaksudkan sebagai internet secara keseluruhan.
Jika suatu antarmuka terhubung ke dalam WAN, umumnya diasumsikan dapat diakses melalui internet.
· Protokol / Protocol:
adalah seperangkat aturan dan standar-standar berupa bahasa yang digunakan suatu perangkat untuk berkomunikasi. Ada sejumlah besar protokol yang digunakan secara luas di jaringan, dan mereka sering diimplementasikan dalam lapisan yang berbeda.
Beberapa protokol tingkat rendah adalah TCP, UDP, IP, dan ICMP. Beberapa contoh akrab protokol lapisan aplikasi - dibangun di atas protokol yang lebih rendah - adalah HTTP (untuk mengakses konten web), SSH, TLS / SSL, dan FTP.
· Port:
adalah alamat pada suatu mesin yang dapat dikaitkan dengan bagian tertentu dari perangkat lunak. Ini bukan antarmuka fisik atau lokasi, tetapi memungkinkan server Anda untuk dapat berkomunikasi menggunakan lebih dari satu aplikasi.
· Firewall:
adalah sebuah program yang menentukan diijinkan tidaknya lalu lintas yang datang ke dan keluar server. Firewall biasanya bekerja dengan menciptakan aturan untuk jenis lalu lintas dapat diterima pada suatu port. Umumnya, firewall memblokir port yang tidak digunakan oleh aplikasi tertentu pada server.
· NAT:
singkatan dari Network Address Translation. Ini adalah cara untuk menerjemahkan permintaan yang masuk ke dalam suatu routing server untuk ke perangkat yang relevan atau server dalam LAN. Hal ini biasanya diterapkan pada LAN fisik sebagai cara untuk meneruskan permintaan melalui satu alamat IP ke server backend yang diperlukan.
· VPN:
adalah singkatan dari Virtual Private Network. Ini adalah sarana penghubung pada suatu LAN yang terpisah melalui jaringan internet dan tetap menjaga privasi. Ini digunakan sebagai sarana penghubung sistem remote yang seolah-olah masih berada dalam jaringan lokal, seringkali digunakan untuk alasan keamanan.
Ada banyak istilah lainnya yang mungkin Anda temui. Kami hanya akan menjelaskan istilah-istilah lain jika diperlukan dan sesuai dengan topiknya. Saat ini, Anda sebaiknya memahami beberapa hal dasar serta konsep tingkat tinggi yang akan memungkinkan kita untuk membahas lebih dalam topik-topik yang akan datang.
Lapisan Jaringan / Network Layers
Sementara jaringan sering dibahas dalam hal topologi secara horisontal di antara host, dalam pelaksanaannya dilapisi dalam bentuk lapisan vertikal di seluruh komputer atau jaringan.
Ada beberapa teknologi dan protokol yang dibangun di atas satu sama lain dalam rangka untuk komunikasi yang berfungsi lebih mudah. Setiap berturut-turut, lapisan yang lebih tinggi menggambarkan data mentah lebih sedikit, dan membuatnya lebih mudah untuk digunakan bagi aplikasi dan pengguna.
Hal ini juga memungkinkan Anda untuk memanfaatkan lapisan bawah dengan cara baru tanpa harus meluangkan waktu dan energi untuk mengembangkan berbagai protokol dan aplikasi yang menangani jenis-jenis lalu lintas data.
Bahasa yang kita gunakan untuk membicarakan tentang masing-masing skema lapisan adalah bervariasi tergantung pada model mana yang digunakan. Dan terlepas dari model yang digunakan untuk membahas lapisan, jalur data selalu sama.
Sebagaimana data dikirim dari suatu mesin, hal ini dimulai dari bagian atas tumpukan / lapisan dan difilter ke bawah. Pada lapisan terendah, transmisi yang sebenarnya ke komputer lain juga terjadi. Pada titik ini, data mengalami perjalanan balik melalui lapisan komputer lain.
Setiap lapisan memiliki kemampuan untuk menambahkan "wrapper" sendiri pada seluruh data yang diterima dari lapisan yang berdekatan, yang akan membantu lapisan yang datang setelah memutuskan apa yang harus dilakukan dengan data bila dilewatkan.
Model OSI
Secara historis, salah satu metode yang membicarakan tentang beberapa lapisan jaringan komunikasi yang berbeda adalah model OSI. OSI singkatan dari Open System Interconnect.
Model ini mendefinisikan tujuh lapisan terpisah, yaitu:
· Aplikasi (application):
Lapisan aplikasi adalah lapisan yang paling sering berinteraksi dengan pengguna dan aplikasi-pengguna. Komunikasi jaringan dimaksudkan dalam hal ketersediaan sumber daya, mitra berkomunikasi, dan sinkronisasi data.
· Presentasi (presentation):
Lapisan presentasi bertanggung jawab untuk memetakan sumber daya dan mmbuat konten. Hal ini digunakan untuk menerjemahkan data jaringan tingkat yang lebih rendah menjadi data yang diharapkan oleh aplikasi.
· Sesi (session):
Lapisan sesi adalah pengendali koneksi. Yaitu membuat, mengelola, dan menghentikan koneksi antar node dengan cara terus-menerus.
· Transport:
Lapisan transport bertanggung jawab untuk menangani lapisan di atasnya menjadi suatu koneksi yang dapat diandalkan. Yang dimaksud dengan koneksi yang dapat diandalkan adalah kemampuan untuk memverifikasi dan memastikan bahwa suatu data yang diterima di ujung lain dari koneksi adalah tetap utuh.
Lapisan ini dapat mengirim ulang informasi yang telah berkurang atau rusak dan mendapatkan status penerimaan data ke komputer remote.
· Jaringan / Network:
Lapisan jaringan digunakan untuk meneruskan data (route) di antara node yang berbeda pada suatu jaringan. Mereka menggunakan alamat-alamat untuk dapat membedakan ke komputer mana informasi dikirim. Lapisan ini juga dapat memecah pesan dengan ukuran besar menjadi potongan-potongan kecil untuk kemudian disusun kembali di tujuan akhir.
· Data Link:
Lapisan ini diimplementasikan sebagai metode membangun dan mempertahankan koneksiyang dapat diandalkan di antara node atau perangkat yang berbeda pada suatu jaringan menggunakan koneksi fisik yang ada.
· Physical:
lapisan fisik bertanggung jawab dalam hal menangani perangkat fisik yang sebenarnya yang digunakan untuk membuat koneksi. Lapisan ini melibatkan aplikasi terbuka yang mengelola koneksi fisik sebagaimana halnya perangkat keras itu sendiri (seperti Ethernet).
Seperti yang Anda lihat, ada banyak lapisan yang berbeda yang dapat dibahas berdasarkan kedekatan mereka dengan hardware dan fungsionalitasnya.
TCP/IP Model
Model TCP / IP lebih dikenal sebagai protokol internet, merupakan model yang layeringlain yang lebih sederhana dan telah diadopsi secara luas. Model ini mendefinisikan empat lapisan yang terpisah, beberapa di antaranya tumpang tindih dengan model OSI:
· Aplikasi / Application:
dalam model ini, lapisan aplikasi bertanggung jawab untuk menciptakan dan mengirimkan data pengguna di antara aplikasi. Aplikasi tersebut bisa terdapat pada suatu sistem remote, namun akan tampil dan berjalan seolah-olah secara lokal bagi pengguna akhir (end user).
Komunikasi terjadi antara dua peer.
· Transport:
lapisan transport bertanggung jawab untuk komunikasi antar proses. Tingkatan jaringan ini menggunakan port untuk menangani berbagai layanan. Hal ini akan menjadi koneksi yang dapat atau tidak dapat diandalkan tergantung pada jenis protokol yang digunakan.
· Internet:
lapisan internet digunakan untuk mengangkut data dari suatu node ke node lain dalam suatu jaringan. Lapisan ini mengetahui persis titik akhir dari suatukoneksi, namun tidak mempedulikan mengenai sambungan aktual yang dibutuhkan untuk mencapai suatu titik / node dari titik tertentu. Alamat IP yang didefinisikan dalam lapisan ini adalah sebagai cara untuk mencapai sistem remote sesuai dengan cara pengalamatan.
· Hubungan / Link:
lapisan link mengimplementasikan topologi yang sebenarnya dari suatu jaringan lokal yang memungkinkan lapisan internet untuk menyajikan sebuah antarmuka yang dapat diberi suatu alamat. Hal ini menciptakan koneksi di antara node-node berdekatan untuk mengirimkan data.
Seperti yang Anda lihat, model TCP / IP sedikit lebih abstrak dan fleksibel. Hal ini membuatnya lebih mudah untuk diterapkan dan memungkinkan untuk menjadi cara yang dominan mengkategorikan suatu lapisan jaringan.
Antarmuka / Interfaces
Antarmuka adalah titik komunikasi jaringan komputer Anda. Setiap antarmuka dikaitkan dengan perangkat jaringan fisik atau virtual.
Biasanya, server Anda akan memiliki satu antarmuka jaringan yang dapat dikonfigurasi untuk setiap Ethernet atau kartu internet nirkabel yang dimiliki.
Selain itu, akan menentukan pula suatu antarmuka jaringan virtual yang disebut "loopback" atau antarmuka localhost. Ini digunakan sebagai antarmuka untuk menghubungkan berbagai aplikasi dan proses-prosesnya pada suatu komputer pada aplikasi dan proses-proses lainnya. Anda dapat melihatnya yang ditandai sebagai antarmuka "lo"
Seringkali, administrator mengkonfigurasi satu antarmuka untuk layanan lalu lintas ke internet dan antarmuka lainnya untuk LAN atau jaringan pribadi.
Pada layanan VPS yang mendukung 2 jenis antarmuka ini seperti pada DigitalOcean, biasaya antarmuka "eth0" akan dikonfigurasi untuk menangani lalu lintas dari / ke internet, sedangkan antarmuka "eth1" akan beroperasi untuk komunikasi dengan jaringan pribadi Anda.
Protocols
Jaringan bekerja dengan membonceng sejumlah protokol yang berbeda di atas satu sama lain. Dengan cara ini, suatu bagian data dapat dikirim menggunakan beberapa protokol dikemas dalam satu sama lain.
Kita akan membicarakan mengenai beberapa protokol yang lebih umum yang mungkin Anda temui dan akan dijelaskan perbedaannya, disertai contoh bagian proses apa saja protokol-protokol tersebut terlibat.
Kita akan mulai dengan protokol-protokol yang diimplementasikan pada lapisan jaringan yang lebih rendah dan yang lebih tinggi.
Media Access Control (MAC)
Media access control adalah protokol komunikasi yang digunakan untuk membedakan perangkat tertentu. Setiap perangkat harus mendapatkan alamat MAC yang unik selama proses manufakturnya yang menjadi pembeda dari setiap perangkat lain di internet.
Pengalamatan hardware dengan alamat MAC memungkinkan pengaksesan perangkat dengan nilai yang unik bahkan ketika perangkat lunak yang menggunakannya dapat mengubah nama perangkat tertentu selama operasi.
MAC adalah satu-satunya protokol dari lapisan link yang mungkin Anda gunakan untuk berinteraksi pada umumnya.
IP
Protokol IP adalah salah satu protokol dasar yang membuat internet bekerja. Alamat IP adalah unik untuk setiap jaringan dan memungkinkan setiap mesin / perangkat yang terhubung dalam jaringan saling berkomunikasi. IP diimplementasikan pada layer internet dalam model IP/TCP.
Jaringan-jaringan dapat dihubungkan bersama-sama, tapi lalu lintas data harus diteruskan / routed ketika melintasi batas-batas setiap jaringan. Protokol ini mengidentifikasi suatu jaringan yang tidak baik dan beberapa jalur yang mengarah ke tujuan yang sama yang di antaranya dapat berubah-ubah secara dinamis.
Ada beberapa implementasi yang berbeda-beda dari protokol ini. Penggunaan yang paling umum saat ini adalah IPv4, meskipun IPv6 semakin populer sebagai protokol alternatif karena adanya kelangkaan alamat IPv4 yang tersedia serta berbagai perbaikan dalam kemampuan protokol.
ICMP
ICMP singkatan dari Internet Control Message Protocol ~ protokol pesan kontrol internet. Ini digunakan untuk mengirim pesan antar perangkat untuk menunjukkan kondisi ketersediaan atau kesalahan. Paket ini digunakan dalam berbagai alat diagnostik jaringan, seperti ping dan traceroute.
Biasanya paket ICMP ditransmisikan ketika sebuah paket dari jenis yang berbeda menemui beberapa jenis masalah. Pada dasarnya, mereka digunakan sebagai mekanisme umpan balik untuk komunikasi jaringan.
TCP
TCP singkatan dari Transmission Control Protocol ~ protokol kontrol transmisi. Ini diimplementasikan pada lapisan transport dari model IP/TCP dan digunakan untuk membuat suatu koneksi yang baik dan dapat diandalkan.
TCP merupakan salah satu protokol yang mengemas data ke dalam paket. Kemudian paket tersebut ditransfer ke ujung jauh dari koneksi menggunakan metode yang tersedia pada lapisan bawah. Pada ujung yang lain, dapat terjadi proses pemeriksaan kesalahan, permintaan potongan / bagian data tertentu untuk ditolak, dan mengumpulkan kembali potongan-potongan informasi / data tersebut menjadi satu bagian utuh yang logis untuk kemudian dikirim ke lapisan aplikasi.
Protokol ini membangun sebuah koneksi sebelum dilakukan transfer data menggunakan sistem yang disebut three-way handshake. Ini adalah cara bagi kedua ujung / node untuk berkomunikasi untuk saling melakukan permintaan data dan saling menyepakati metode untuk memastikan keabsahan data.
Setelah data dikirim, koneksi diputuskan menggunakan four-way handshake yang sama .
TCP adalah protokol pilihan untuk sebagian besar penggunaan yang paling populer di internet, termasuk WWW, FTP, SSH, dan email. Dapat dikatakan, internet yang kita kenal sekarang ini tidak akan pernah ada tanpa adanya TCP.
UDP
UDP singkatan dari User Datagram Protocol ~ protokol pengguna datagram. Ini adalah protokol pendamping yang populer untuk TCP dan juga diimplementasikan pada lapisantransport.
Perbedaan mendasar antara UDP dan TCP adalah bahwa UDP menawarkan transfer data tanpa pengecekan kualitas pengiriman. UDP tidak memverifikasi apakah suatu data telah diterima di ujung lain dari koneksi atau tidak. Ini mungkin terdengar sebagai hal yang buruk. Namun, hal ini juga sangat penting untuk beberapa fungsi.
Karena tidak perlu menunggu adanya konfirmasi bahwa data telah diterima dan dipaksa untuk mengirim ulang data, UDP menjadi jauh lebih cepat daripada TCP. UDP tidak membuat koneksi dengan suatu host remote, ia langsung melakukan pengiriman data ke host tersebut dan tidak peduli diterima atau tidak data tersebut.
Karena ini merupakan transaksi yang sederhana, maka akan sangat berguna untuk melakuan koneksi sederhana seperti query untuk informasi sumber daya jaringan. UDP juga tidak mempertahankan suatu keadaan (state), yang membuatnya sangat bagus untuk melakukan transmisi data suatu komputer ke banyak klien secara real time. Ini membuatnya ideal untuk VOIP, game, dan aplikasi-aplikasi lainnya yang tidak menghendaki adanya delay.
HTTP
HTTP singkatan dari hypertext transfer protocol. Ini adalah protokol yang didefinisikan dalam lapisan aplikasi yang menjadi dasar untuk komunikasi di web.
HTTP mendefinisikan sejumlah fungsi yang memberitahukan sistem remote mengenai apa yang Anda minta. Misalnya GET, POST, dan DELETE yang semuanya berinteraksi dengan data yang diminta dengan cara yang berbeda.
FTP
FTP singkatan dari file transfer protocol. Ini juga didefinisikan dalam lapisan aplikasi dan menyediakan cara mentransfer file lengkap dari satu host ke host yang lain.
Ini cukup tidak aman, sehingga tidak dianjurkan untuk setiap aktivitas jaringan eksternal yang dihadapi kecuali diimplementasikan hanya sebagai sumber daya bagi publik untuk mengunduhan saja.
DNS
DNS singkatan dari domain name system ~ sistem nama domain. Ini adalah sebuah protokol lapisan aplikasi yang digunakan untuk menyediakan mekanisme penamaan yanguser-friendly untuk sumber daya internet. Ini adalah mengaitkan nama domain pada suatu alamat IP dan memungkinkan Anda untuk mengakses berbagai situs dengan menggunakan nama domain tersebut melalui browser Anda.
SSH
SSH singkatan dari secure shell. Ini adalah sebuah protokol terenkripsi yang diimplementasikan dalam lapisan aplikasi dan dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan server remote secara aman.
Ada banyak protokol lainnya yang kita belum diungkap yang juga sama pentingnya. Namun, apa yang sudah disampaikan dalam artikel ini setidaknya dapat memberikan gambaran yang cukup bagi Anda mengenai sekilas teknologi dasar bagaimana suatu internet dan jaringan menjadi mungkin.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
A. PRINSIP KOMUNIKASI DATA Komunikasi data merupakan bentuk komunikasi yang secara khusus berkaitan dengan transmisi atau pemindah...
-
A. Mengidentifikasi Teknologi Jaringan Komputer Mengidentifikasi teknologi jaringan komputer adalah salah satu langkah yang harus dilakuka...
-
Pengertian Ekstensi dan Dial Plan pada Server VoIP Dalam sintax yang digunakan di file extensions.conf , setiap tahapan perintah dalam ...



















